Petaka, dari pemerintah


Sumber Gambar : Editor HB
Penulis : M Rifki Kurniawan
Berbicara negara dan pemerintah tentu sudah sangat membosankan, iya kan. Terutama dengan janji kampanye dan pasca pemilu sudah hilang orang nya entah kemana.Dominasi masyarakat dengan sirkus kekurangan lapangan pekerjaan. Sekaligus ekonomi kerakyataan tak kunjung selesai yang merujuk kepada pendapatan harian maupun bulanan yang kerap mendapat rugi ataupun minus.
Dengan keadaan seperti itu. Dan tuntutan konstitusi yang menyuruh agar sejahtera, adil dan makmur. Tak kunjung ada dan belum terlaksanakan.Dataran sosial menengah kebawah pun akhirnya menerima penderitaan yang begitu berat sehingga satu kali pemilihan dalam lima tahun pun di gantikan uang yang bernominal skala kecil hanya cukup untuk hidup dua jam (Politik-Uang).
Lantas aspek Negara hanya sebatas duduk lalu berak dong kalo tidak konsisten dalam menyelesaikan internal dengan cepat. Dan ribuan kali kasus kriminal hingga premanisme yang bermunculan. Sebagai simbol dan tanda, bahwa Negara sudah tidak mampu untuk menyelesaikan masalah ekonomi kerakayatan.
Simbiosis multual dari kampanye hingga debat, dan pemenangan. Semua tanpa sepengetahuan rakyat. Sehingga hanya dari partai mereka yang mendapatkan hak. Dengan rekonsiliasi nya dan nepotisme nya. Sangat keren kan.
Rakyat mati dan gugur oleh kekuasaan yang begitu wow. Oleh karena pendapatan primer tidak sebanding dengan ekonomi internasional yang melejit dan pemerintahan pun menyutujui atas itu. Sebagai tukang gali kubur dan tambal ban pun tak tahu atas kejadian ini, bayangkan pajak 1jt x bulan dengn penghasilan yang sehari dibawah 100ribu apalagi dibawah 50ribu. Wow keren kita binasa sebagai rakyat.


Petaka, dari pemerintah Petaka, dari pemerintah Reviewed by HB Media on March 19, 2020 Rating: 5

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.